Setapak Kerinduan
oleh: Norma Kristiani
tap…
tap…
tap…
langkah itu… kudengar lirih, mendayu… namun pasti
sama seperti langkah yang biasa kudengar…
aku menyukai langkah itu…
pasti namun berirama…
setapak demi setapak langkah itu meninggalkan hembusan angin, putih tak berwarna…
sejenak kutengok, hanya bentuk dan hilang terbawa angin…
hmmm….
kapan lagi ku dapat mendengar dan melihat jejak langkah itu lagi?
esok, mungkin….

langkah-langkah itu kini sepi, sesunyi teras jiwa para sahabat.
Mereka pergi, kamipun demikian..
terima kasih, balasan puisi yang indah