Nama saya Norma Kristiani. Pekerjaan yang sekarang saya geluti adalah menjadi guru Bahasa Indonesia SMA National Plus di Alam Sutera, Serpong. Sekitar lima tahun yang lalu, ketika masih menjadi mahasiswa, saya membuka rekening baru di BCA. Adalah suatu hal yang membanggakan saya bisa membuka rekening di bank yang sudah memiliki nama seperti BCA. Saya membuka rekening BCA karena saat itu saya diilih menjadi bendahara konser di kampus swasta di Jogjakarta. Awalnya, saya bertanya kepada teman, saudara, dan panitia konser, kira-kira bank mana yang memiliki fasilitas ATM yang mudah dan cepat dijangkau di mana saja. Semua menjawab, BCA. Dan memang benar, selain ATM yang terdapat di banyak tempat (kampus-kampus, pusat perbelanjaan, hotel, mall, dll.), BCA juga memberikan banyak kemudahan. Saya mampu mengumpulkan dana dari berbagai donatur yang kebanyakan berasal dari rekening BCA maupun rekening lain dengan mudah karena BCA memiliki kerja sama dengan banyak bank lain. Tidak hanya sampai konser selesai. Sampai sekarang pun, saya selalu menggunakan BCA sebagai teman setia dalam bertransaksi, untuk pembelian tiket pesawat, pembelian pulsa, transfer ke bank lain dan berbagai promo menarik lainnya. Pokoknya oke deh, BCA! Jangan ketinggalan ya, gunakan semua fasilitas yang diberikan oleh BCA, khususnya dengan key BCA. Saya masih berharap dan percaya BCA bisa mewujudkan impian hunian saya dan pasangan saya, nantinya. Mari menabung di BCA dan nikmati kemudahan bertransaksi, di manapun dan kapanpun kamu berada. Kunjungi juga website BCA yang baru ya, di http://www.bca.co.id/
Category: Tak Berkategori
RINGKASAN JURNAL
A. Identitas Jurnal :
- Judul : Pragmatik dan Aspek-Aspeknya dalam Pengajaran Bahasa Indonesia
- Pengarang : Sudaryanto
- Penerbit : Cakrawala Pendidikan
- Tahun terbit : 1996
- Edisi : Nomor 1, Tahun XV, Februari 1996
- Halaman : Halaman 69 – 85
B. Ringkasan :
PRAGMATIK DAN ASPEK-ASPEKNYA DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
Oleh: Sudaryanto
- Pendahuluan
Ketrampilan Bahasa Indonesia yang masih rendah atau belum sesuai dengan yang diharapkan memang sering dijumpai, baik dengan melihat secara sepintas maupun melalui penelitian-penelitian. Mendikbud Wardiman Djoyonegoro mengatakan bahwa kemampuan atau budaya baca bangsa Indonesia masih rendah (Kompas, 30 mei 1995). Mendikbud mengatakan pula bahwa berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik, sekitar 27 juta penduduk Indonesia belum memahami bahasa Indonesia (Kompas, 30 Maret 1995). Adanya kondisi seperti tersebut di atas tidak lain dan tidak bukan disebabkan oleh kekurangberhasilan pengajaran Bahasa Indonesia.
- Pendekatan Pragmatik atau Komunikatif?
Menurut Morris dalam Gazdar 91979 : 85) bahwa pragmatik merupakan salah satu bagian dari telaah isyarat-isyarat atau tanda-tanda bahasa. Menurutnya dikatakan bahwa isyarat-isyarat bahasa, dalam pengkajiannya dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
-
- sintaktik
- semantik
- pragmatik.
Menurut Nababan (1987 : 2) yang dimaksud dengan Pragmatik ialah aturan-aturan pemakaian bahasa, yaitu pemilihan bentuk bahasa dan penentuan maknanya sehubungan dengan maksud pembicara sesuai dengan konteks dan keadaanya.
Menurut Leech (1983), yang dimaksud dengan pragmatik adalah suatu kajian bahasa yang berusaha menemukan makna-makna ujaran yang disesuaikan dengan situasi. Sedangkan menurut International Pragmatics Association (IPRA) yang dimaksud dengan pragmatik ialah penyelidikan bahasa yang menyangkut seluk belum penggunaan bahasa dan fungsinya (dalam Soemarmo, 1987 : 3).
- Hakikat Aspek-aspek Pragmatik Bahasa Indonesia
GBPP Bahasa dan Sastra Indonesia, baik pada Kurikulum 1984 maupun pada Kurikulum 1994, dinyatakan bahwa aspek-aspek pragmatik digunakan untuk bermacam-macam fungsi sesuai dengan apa yang ingin disampaikan oleh penutur, yang meliputi :Untuk menyatakan informasi faktual (mengidentifikasi, melaporkan, menanyakan, mengoreksi);
-
-
- a. Untuk menyatakan informasi faktual (mengidentifikasi, melaporkan, menanyakan, mengoreksi);
b. Menyatakan sikap intelektual (menyatakan setuju atau tidak setuju, menyanggah dan sebagainya);
c. Menyatakan sikap emosional (senang, tak senang, harapan, kepuasan dan sebagainya;
d. Menyatakan sikap moral (meminta maaf, menyatakan penyesalan, penghargaan dan sebagainya);
e. Menyatakan perintah (mengajak, mengundang, memperingatkan dan sebagainya);
f. Untuk bersosialisasi (menyapa, memperkenalkan diri, menyampaikan selamat, meminta perhatian dan sebagainya), GBPP Kurikulum 1994 : 19).
-
Oleh karena dewasa ini yang digunakan GBPP Bahasa dan Sastra Indonesia Kurikulum 1994, uraian selanjutnya lebih dititikberatkan pada GBPP tersebut, yaitu diantaranya seperti di bawah ini :
-
-
-
- a. Fungsi bahasa untuk menyatakna informasi faktual
b. Fungsi bahasa untuk menyatakan sikap intelektual
c. Fungsi bahasa untuk menyatakan sikap emosional
d. Fungsi bahasa untuk menyatakan sikap moral
e. Fungsi bahasa untuk menyatakan perintah
f. Fungsi bahasa untuk menyatakan bersosialiasi
-
-
Dalam kaitannya dengan fungsi-fungsi bahasa tadi, Halliday (1973) membaginya menjadi :
- Fungsi instrumental
- Fungsi regulais
- Fungsi representasional
- Fungsi interaksional
- Fungsi personal
- Fungsi heuristik
- Fungsi imajinatif.
Popper (dalam Leech, 1983 : 49) mengelompokkan fungsi bahasa menjadi :
- Fungsi ekspresif
- Fungsi informatif
- Fungsi deskriptif
- Fungsi argumentatif.
Nababan (1987 : 13) yang mendasarkan diri dari pandangan Martin Joos mengenai ragam fungsiolek, membagi fungsi Bahasa Indonesia berdasarkan gaya bahasa (style) menjadi :
- ragam beku
- ragam resmi
- ragam usaha
- ragam santai
- ragam akrab
- Pengajaran Aspek-aspek Pragmatik Bahasa Indonesia
Aspek-aspek pragmatik diantaranya sebagai berikut :
-
- Aspek sosialisasi
- Aspek intelektual
- Aspek menyelenggarakan sesuatu atau aspek perintah
Ditinjau dari penyajian aspek-aspek pragmatik yang terdapat di dalamnya, ternyata buku-buku yang berlandaskan pada GBPP Kurikulum 1994 lebih bersifat atau sesuai dengan pendekatan prgamatik komunikatif dibandingkan dengan buku-buku yang disusun berdasarkan GBPP Kurikulum 1994.
- Penutup
Berdasarkan uraian-uraian di atas jelaslah bahwa pengajaran aspek-aspek pragmatik atau fungsi-fungsi bahasa mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka untuk mencapai tujuan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah.
C. Kelemahan :
Jurnal ini berisi tentang ilmu pragmatic dan aspek-aspeknya dalam pengajaran Bahasa Indonesia. Isinya sangat baik karena member pengalaman baru dan ilmu baru bagi pembacanya. Bahasa yang digunakan pun mudah dipahami, tidak terlalu panjang namun isinya sudah berbobot. Susunan paragraph dan isinya pun sudah baik. Sumber yang digunakan sudah banyak dan baik.
D. Kekurangan :
Selain memiliki kelebihan, jurnal ini pun memiliki kelemahan, namun hanya sedikit. Banyak terdapat kata-kata asing yang tidak semua pembaca paham. Contoh-contohnya masih kurang banyak.
RINGKASAN JURNAL
A. Identitas Jurnal :
- Judul : Pengajaran Pragmatik
- Pengarang : Prof. Dr. A. M. Slamet Soewandi
- Penerbit : Arena Almamater
- Tahun Terbit : 1991
- Edisi : Januari-Maret 1991
- Halaman : halaman 50-61
B. Ringkasan Jurnal :
PENGAJARAN PRAGMATIK
Oleh: Prof. Dr. A. M. Slamet Soewandi
Pragmatik Sebagai Cabang Ilmu Bahasa
- Pengantar
Menurut sejarahnya pragmatik dari kata Yunani pragma yang berarti tindakna sebagia ilmu pertama-tama muncul di dalam dunia filsafat. Filsafat pragmatisme adalah pemikiran tentang bagaimana manusia harus bertindak (Keraf, 1987). Pemikiran ini bersifat praktis, atau berkaitan dengan pengalaman hidup manusia sehari-hari. Filsafat yang memiliki nilai praktis ini mempengaruhi pemikiran tentang bahasa pula.
Dengan demikian pragmatik sebagai ilmu merupakan cabang linguistik yang bidang kajiannya bukan bunyi dan bentuk bahasa, bukan pula makna bahasa, melainkan fungsi bahasa. Kajian makna secara semantis memusatkan perhatiannya pada kajian makna kalimat (termasuk makna kata atau klausa) secara abstrak atau kalimat yang bebas-konteks, sedangkan kajian makna secara pragmatis memusatkan perhatiannya pada kajian makna kalimat atau konteks. Kalimat dalam konteks inilah yang disebut tuturan atau ujaran.
Hymes (1972) diakronimkan SPEAKING (setting dan scene; participans; ends; purpose dan goal; act sequences; keys; tone or spirit of act; instrumentalities, norms; norms of interactions dan interpretation; dan genres). Konteks berisi unsur pembicara melakukan komunikasi kepada mitra bicara dalam situasi, tempat, dan waktu tertentu, tentang sesuatu (topik) yang tertentu, dengan tujuan dan efek tertentu, dan cara atau jalur tertentu, dengan norma atau kaidah komunikasi tertentu dan dengan ragam bahasa tertentu.
- Pragmatik sebagai Bahan Kajian Ilmu Bahasa
Bambang Kaswanti Purwo (1990) membedakan bahan kajian menjadi dua :
-
- Bahan kajian linguistik
- Bahan pengajaran bahasa
Sebagai bahan kajian linguistik pragmatik mengkaji :
- deiksis
- praanggapan atau praduga (presupposition)
- tindak ujaran atau tindak tutur (speech acts)
- implikatur percakapan (convensational implicature) (1990 : 17)
Bahan kajian (1) mengacu bahan kajian yang berupa kata-kata yang rujukannya atua referennya berpindah-pindah (Purwo, 1984, 1990).
Nababan (1987; bandingkan dengan Purwo 91984) membedakan adanya lima jenis deiksis; deiksis orang, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana dan deiksis sosial.
Bahan kajian (2) mengkaji konsep dugaan atau anggapan sebelumnya yang ada pada benak penutur pada waktu berbicara.
Bahan kajian (3) menkaji suatu kenyataan berbahasa bahwa pada waktu setiap penutur mengatakan suatu kalimat, sebenarnya ia tidak hanya mengucapkan, melainkan bersamaan dengan pengucapan itu ia melakukan (menindakkan) sesuatu.
Nababan (1987) membedakan adanya tiga macam tindak bahasa : lokusi, ilokusi dan perlokusi.
Dalam kaitan dengan konsep implikatur ini Grice 91957) membuat teori tentang bagaimana orang menggunakan bahasa supaya terajdi suatu komunikasi yang baik. Dikatakan bahwa di dalam menggunakan bahasa seseorang harus mengindahkan prinsip kerja sama (cooperative principles) dan prinsip kesopanan (politeness principles). Prinsip kerjasama berisi empat aturan (maksim) yang menyangkut aspek kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Maksim kuantitas menyarankan untuk hanya menggunakan sejumlah kata secukupnya, maksim kualitas menyarankan untuk hanya mengatakan yang sebenarnya, maksim relevansi menyarankan untuk hanya mengatakan yang relevan, dan maksim cara menyarankan untuk mengatakan secara jelas.
Prinsip kesopanan berisi enam aturan (maksim) kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, permufakatan dan simpati. Maksim kebijaksanaan menyarankan untuk tidak merugikan mitra bicara, maksim kedermawanan menyarankan untuk tidak mengorbankan mitra bicara, maksim penghargaan menyarankan untuk memberikan pujian kepada mitra bicara, maksim kesederhanaan menyarankan untuk mengurangi cacian kepada mitra bicara, maksim permufakatan menyarankan untuk mengurangi ketidaksesuaian dengan mitra baca, dan maksim simpati menyarankan untuk mengurangi antipati kepada mitra bicara.
- Pragmatik sebagai Bahan Pengajaran Bahasa
Dengan mengambil pembagian Haliday (1973), Nababan (lihat juga tarigan, 1986) menyebutkan adanya tujuh fungsi bahasa bagi perseorangan, masing-masing instrumental, menyuruh, interaksi, kepribadian, khayalan, pemecahan masalah dna informatif.
Bahan pengajaran pragmatik di dalam kurikulum 1984 mencoba menjabarkan semuanya itu ke dalam enam aspek bahan pengajaran : sosial, intelektual, emosional, infomasi faktual, moral dan penyelesaian masalah.
Aspek sosial berkaitan dengan aturan hubungan antar sesama, norma masyarakat baik yang bersifat yuridis formal maupun yang bersifat konvensional. Aspek intelektual adalah aspek psikis manusia yang berkaitan dengan pikiran, budi yang bersifat diskursif : bersifat objektif, bukan subjektif memahami sesuatu dengan cara mengambil jarak. Aspek emosional merupakan aspek psikis yang berkaitan dengan perasaan atau kepekaan intuitif. Aspek informasi formla berkaitan dengan hubungan antar sesamanya. Aspek moral ada hubungannya dengan unsur internal, horisontal dan vertikal. Aspek penyelesaian masalah berkaitan dengan aspek internal dan eksternal manusia, khususnya yang horisontal.
Pragmatik Sebagai Suatu Pendekatan Pengajaran Bahasa
-
- Pengantar
Konsep pendekatan adalah konsep yang berisi asumsi-asumsi atau aksioma-aksioma tentang sesuatu (Antony, 1963). Pendekatan dalam pengajaran bahasa mengacu pada asumsi atau aksioma tentang apa itu bahasa dan apa atau bagaimana belajar bahasa diyakini berlangsung.
-
- Ciri-ciri Pendekatan Pragmatik
Pandangan pragmatik tentang bahasa mengacu pada pnegertian bahwa bahasa :
-
-
- Merupakan suatu totalitas, bukan kumpulan komponen-komponen.
- Merupakan alat yang dipergunakan oleh manusia untuk melangsungkan hidupnya bersama dengan orang lain.
-
Krashen (1977) di dalam penelitiannya tentang perilaku anak yang belajar bahasa pertama menemukan bahwa bahan bahasa yang berupa intake (necessary input) adalha bahan yang paling efektif dan bahan itu diperoleh di dalam lingkungannya yang informal.
-
- Implikasi Pendekatan Pragmatik dalam Pengajaran Bahasa
Pertama, di dalam pengajaran dengan pendekatan pragmatik tujuan pengajaran yang harus dicapai adalah dimilikinya kemampuan komunikatif (use of linguistic elements). Kedua, pengajaran yang berupa satuan-satuan lingual itu harus disajikan di dalam suatu konteks komunikasi yang riil, bukan dibuat-buat. Ketiga, karena di dalam konteks komunikasi yang riil satuan-satuan lingual itu tidak tersaji secara sistematis, maka tekanan penyajian perlu diprioritaskan pada kadar keseringan kemunculan satuan-satuan lingual di dalam suatu konteks diisyaratkan bahwa penekanan penyajian pada urutan-urutan satuan lingual berdasarkan temuan linguistik menjadi kurang penting.
Setapak Kerinduan
oleh: Norma Kristiani
tap…
tap…
tap…
langkah itu… kudengar lirih, mendayu… namun pasti
sama seperti langkah yang biasa kudengar…
aku menyukai langkah itu…
pasti namun berirama…
setapak demi setapak langkah itu meninggalkan hembusan angin, putih tak berwarna…
sejenak kutengok, hanya bentuk dan hilang terbawa angin…
hmmm….
kapan lagi ku dapat mendengar dan melihat jejak langkah itu lagi?
esok, mungkin….
WASPADA! BAHAYA MENGERIKAN DIBALIK SI KRESEK HITAM
Oleh : Norma Kristiani
Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik.
Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum dengan melihat tulang-belakang polimernya (vinyl{chloride}, polyethylene, acrylic, silicone, urethane, dll.).
Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: permen karet, “shellac”) sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami, “nitrocellulose”) dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene).
Dewasa ini, hampir seluruh kebutuhan hidup baik kebutuhan pokok, sandang dan pangan pun tak luput dari kaitannya dengan plastik. Entah plastik untuk membungkus makanan, membungkus minuman, pakaian, hingga barang-barang yang melekat pada tubuh manusia, sepatu atau asesoris, misalnya. Namun yang paling sering digunakan adalah kantong plastik dengan berbagai bentuk dan warna atau orang Jawa menyebutnya dengan kresek, mungkin karena sesuai dengan bunyi yang ditimbulkan kantong plastik jika dipegang. Hal yang lebih mengerikan adalah kebiasaan membungkus makanan atau minuman, khususnya makanan dan minuman panas dalam plastik. Secara kasat mata memang sepele, namun jika kita teliti lebih dalam, panas yang berasal dari minuman atau makanan tersebut memuaikan dan meleburkan zat atau senyawa plastik yang sangat berbahaya. Waspadalah, karena unsur yang dikandung plastik itu berbahaya bagi tubuh.
Peneliti dari Universitas Negeri Medan, M. Yusuf Hasibuan mengatakan, kemasan plastik yang sering digunakan pedagang membungkus dagangannya dapat menyebabkan kanker. Setelah diteliti, ternyata plastik tersebut mengandung Pemlastis Dioktilfalat (DOP) yang diketahui dari sifat toksisitas plastik berdasarkan uji karsinogenik. Selain itu, DOP juga berasal dari minyak bumi yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia dan dapat menimbulkan berbagai penyakit kronis, katanya.
Berdasarkan uji kontaminasi DOP diketahui pada media oli (minyak mineral) sebesar 4,0670 persen dan kontaminasi pada media air sebesar 0,0939. Pemlastis DOP yang dipanaskan pada media minyak dapat menyebabkan kontaminasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemanasan, karena kontaminasi DOP setelah pemanasan mencapai 4,5893 persen. Maka, bila mie atau pun sejenisnya yang disaji secara panas dan dibungkus dengan kemasan plastik sangat berbahaya bagi kesehatan, karena mengandung super toksit (sangat beracun). “Semakin panas air tersebut di dalam plastik, maka semakin bahaya, karena tingkat kontaminasi akan semakin tinggi,” ujarnya.
Dewan Riset Nasional Amerika menyatakan bahwa mereka memiliki bukti yang menguatkan temuan Enviromental Protection Agency (EPA) terkait efek yang ditimbulkan oleh senyawa dalam materi plastik yang dikenal dengan nama phthalates.
Phthalates merupakan bahan kimia yang dapat membuat plastik menjadi lembut dan fleksibel dan telah digunakan selama bertahun-tahun dalam produksi plastik. Senyawa ini tergolong berbeda dibanding bahan kimia lain seperti Bisphenol A (BPA) yang ada di plastik. BPA sendiri telah dinyatakan aman oleh Badan Obat dan Makanan Amerika jika digunakan dalam kadar tertentun namun mereka berjanji untuk meneliti senyawa ini lebih lanjut.
Tahukan Anda bahwa dalam studi yang telah dilakukan melalu Reuters, phthalates mampu mempengaruhi perkembangan sistem reproduksi pria. Bahkan kadar phthalates tertentu mampu mengurangi tingkat hormon testosterone pria. Bukan hanya itu saja, yang lebih buruk, phthalates mampu menimbumbulkan penyakit kanker. Tahukah juga? Tumpukan sampah yang kita buang akan mengendap dan mencemari tanah yang nantinya akan meresap melalui air tanah dan meresap ke tanaman-tranaman bahkan sayur mayor dan buah-buah yang kita makan. Hal inilah yang memicu kanker menggerogoti tubuh kita secara perlahan tapi pasti. Tahukah juga, air dalam botol plastic di mobil Anda pun sangatlah berbahaya!!! Wanita tidak boleh meminum minuman yang sudah lama berada di dalam mobil. Hal ini dikarenakan hawa panas yang memanaskan bahan plastik dalam botol memiliki bahan kimia tertentu yang dapat menyebabkan kanker payudara.
Yang berbahaya di lingkungan kita :
- 1. Bekas Botol Aqua
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , dll.) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate atau PET) yang dipakai di botol-botol ini mengandung zat-zat karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai berulang-ulang.
- 2. Penggemar Sate
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.
- 3. Mi Instan
Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mi instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkit kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.
- 4. Bahaya Dibalik Kemasan Makanan
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mepunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya
Kantong Plastik Hitam Lebih Berbahaya
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengeluarkan public warning. Kali ini yang dibidik adalah kemasan makanan. Salah satu di antara kemasan yang dianggap berbahaya adalah styrofoam. Kemasan jenis itu biasanya dipakai untuk membungkus makanan cepat saji. Begitu juga kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC), polietilen (PE), dan polipropilen (PP) serta kresek.
- Hati-Hati Sama Yang Hitam
Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan, penggunaan styrofoam sudah lama menjadi perhatian. Sebab, monomer stiren yang terkandung dalam styrofoam dapat lepas ke dalam makanan yang berlemak, berminyak, beralkohol, dan bersuhu panas. Memang, papar Husniah, sejauh ini belum ada satu pun negara di dunia yang melarang penggunaan styrofoam berdasar pertimbangan kesehatan. Sebab, menurut JECFA, monomer stiren tidak mengakibatkan gangguan kesehatan jika residu tidak melebihi 5.000 ppm. Karena itu, masyarakat tetap diminta berhati-hati.
Umumnya, kemasan makanan styrofoam dapat dikenali dengan logo segi tiga dan di tengahnya ada angka 6. Di bawah logo tersebut ada tulisan PS. Husniah mengimbau masyarakat tidak memakai kemasan styrofoam dalam microwave. ”Juga jangan gunakan styrofoam yang rusak atau berubah bentuk untuk mewadahi makanan berminyak dan berlemak, terutama yang panas,” jelasnya. Selain styrofoam, jelas Husniah, kemasan makanan dari plastik yang paling berbahaya adalah PVC. Sebab, PVC dibuat dari monomer vinil klorida (vinyl chloride monomer/VCM). Zat tersebut dapat lepas dalam makanan yang berminyak, berlemak, dan mengandung alkohol, juga kondisi panas. Apalagi, dalam pembuatan PVC kerap ditambahkan stabilisator, seperti senyawa timbal (Pb), cadmium (Cd), dan timah putih (Sn). Tujuannya, mencegah kerusakan PVC. Supaya PVC fleksibel, kadang ditambahkan senyawa ester ftalat dan ester adipat.
Residu VCM terbukti dapat mengakibatkan kanker hati. Senyawa Pb merupakan racun bagi ginjal dan saraf. Sedangkan Cd dapat mengakibatkan kanker paru. Demikian juga ester ftalat, dapat mengganggu sistem endokrin. Kemasan makanan tersebut biasanya dijumpai pada tutup kue tar transparan berbentuk silinder yang dilengkapi alas berwarna hitam berbentuk lingkaran. Selain PVC dan styrofoam, Husniah me-warning penggunaan kantong plastik atau kresek. Mayoritas kantong plastik berwarna, terutama hitam, merupakan produk daur ulang yang sering digunakan sebagai wadah makanan. Padahal, dalam proses daur ulang itu kerap tidak diketahui riwayat penggunaan bahan wadah tersebut. Bisa jadi, terang Husniah, bahannya adalah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat. Untuk kehati-hatian, masyarakat diimbau untuk memerhatikan hal-hal seperti umumnya kemasan makanan PVC dapat dikenali dari logo bertuliskan 03 di dalam segitiga dan di bawah segitiga ada tulisan PVC.
Menurut dia, di antara seluruh jenis kemasan untuk makanan tersebut, ada yang paling aman digunakan. Yakni, plastik PE dan PP. Jenis plastik itu biasanya dipakai untuk botol minuman, minyak goreng, kecap, sambal, air mineral, kantong belanja (kresek), sedotan, maupun alat makan, seperti sendok, gelas, dan piring. ”PP dan PE paling sering dipakai dan paling aman,” ulasnya. Sementara itu, Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM Roland Hutapea menambahkan, perlu ada peraturan untuk persoalan label produk makanan. Menurut dia, tiap produk makanan wajb diberi label yang mencantumkan jenis kemasan. ”Apakah label itu jenis PVC, PE, PP, atau styrofoam. Termasuk kandungan bahan kimianya,” ujarnya.
Ada sebuah kisah, seorang pegawai pasar swalayan di Bandung, Jawa Barat, yang membeli tahu dan pisang goreng dari penjual makanan di dekat kantornya. Tahu dan pisang yang baru saja digoreng dibungkus dengan kantong kresek warna hitam. Sesampainya di kantor, gadis bernama Lina itu kaget begitu melihat warna tahu dan pisang goreng berubah kehitaman. Tapi, Lina tak ambil pusing. Ia tetap melahap pisang dan tahu goreng tersebut. Peristiwa seperti dialami Lina sering terjadi di masyarakat. Namun,warga cuek saja karena memang tidak tahu bahayanya.
Made Arcana, ahli kimia dari Institut Teknologi Bandung, menduga berubahnya warna tahu dan pisang goreng itu karena masuknya zat pewarna plastik ke dalam makanan. “Zat pewarna hitam, kalau kena panas, bisa terurai, terdegradasi tentu saja ke bentuk radikal,” ujarnya. Zat racun itu bisa bereaksi dengan cepat, seperti oksigen dan makanan. Kalaupun tak beracun, senyawa tadi bisa berubah jadi racun bila kena panas. Karena itu, sebelum dimasukkan plastik, makanan harus dingin dan dibungkus kertas lebih dulu. Dedi Fardiaz, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), mengaku belum mendapatkan laporan dari PERSSI.
Mengenai pewarna hitam pada plastik, para produsen menggunakan pigmen, dan dalam hal ini yang dipakai ialah Carbon Black dengan grade yang dispersinya bagus dan memberi warna (“tinting”) yang gelap ke master batch plastic. Proses pembuatan master batch sendiri biasanya memerlukan bahan pembantu seperti Sulfur dan Zinc Oxide untuk memudahkan dispersi dan membantu homogenitasnya. Carbon Black sendiri kalau menurut kriteria IIARC (lembaga kanker Amerika) tergolong ke klasifikasi “yang patut dicurigai sebagai zat karsinogenik, tetapi belum ada bukti yang jelas dalam beberpa kali percobaan terhadap tikus”, artinya, Carbon Black tersebut belum punya kepastian sebagai carsinogenic substance.
Mulai sekarang bila ingin menikmati bakso atau makanan dan minuman panas sebaiknya tidak dibungkus, namun dimakan ditempat saja. Jika hendak dibungkus, gunakanlah kemasan yang aman, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kesehatan tubuh. Waspadalah dan jangan menganggap sepele si plastik. Memang hasilnya tidak langsung kita rasakan, namun lihat saja 5 atau 10 tahun ke depan, penyakit berbahaya seperti kanker siap mengantri untuk menggerogoti tubuh kita. Tentu hal ini sangat tidak diinginkan oleh siapa pun. Untuk mencegah penyakit tersebut, gunakanlah wadah penyimpan makanan atau minuman yang aman untuk digunakan. Wadah seperti itu tidak menyebabkan tumpukan plastik karena dapat digunakan berulang-ulang.
Sungguh mengerikan jika kita secara terus menerus menggunakan kantong plastik untuk membungkus makanan atau minuman yang senyawa sangat berbahaya dari plastik akan mengendap pada tubuh kita dan memberi efek sangat buruk bagi metabolisme dan kesehatan tubuh. Tak dapat dibayangkan, kebahagiaan dan kebebasan kita menikmati kehidupan dimusnahkan oleh plastik. Pandai dan cermatlah dalam menggunakan kantong plastik, atau Anda akan berinvestasi seonggok penyakit yang mematikan. Berhati-hatilah. Sahabat pun bisa menjadi boomerang atau musuh yang mematikan bagi kehidupan kita, salah satunya plastic.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik. Diakses 29 Oktober 2009.
http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/19/56/175159/phthalates-bahan-kimia-berbahaya-dalam-plastik. Diakses 29 Oktober 2009.
http://kotametropolis.com/bahaya-kantong-plastik-bagi-kesehatan/. Diakses 29 Oktober 2009.
www.antaranews.com. Diakses 29 Oktober 2009.
Andry Anggoro Manira Banu. 2009. Awas Bahaya Tas Kresek Hitam. http://www.migas-indonesia.com/index.php?module=article&sub=article&act=view&id=2774. Diakses 3 November 2009.
Kompas. 2009. Waspadai Kantong Plastik Hitam. http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/15/0434286/Waspadai.Kantong.Plastik.Hitam. Diakses 3 November 2009.
http://mardoto.wordpress.com/2009/07/15/kantong-plastik-hitam-lebih-berbahaya/. Diakses 3 November 2009.
Marlina. 2009. Akibat Mie Instan.
Cinta…
Asaku..
asamu…
berpadu…
cinta…
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
