Pengalaman Lucu

Ngamen di UGM

Waktu itu teman-temanku berniat untuk ‘ngamen’ di Lembah UGM pas Sunday Morning. Sebenarnya mereka bukan sedang mencari dana atau lagi butruh dana, mereka cuma pengen ngerasaain yang namanya ngamen tuh kya apa c?? Beberapa hari sebelumnya mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari personil baik penyanyi dan pemusiknya, sampai siapa yang bertugas mengumpulkan uang dari orang-orang.

Pas hari “H”, semua berkumpul di satu tempat. Kebetulan salah satu teman ada yang punya mobil, jadi mereka bisa berangkat bareng2. Eh pas nyampe di t4 tjuan, semua pada bingung. Soalnya di luar dugaan. Banyak banget yang datang, banyak banget juga yang ngamen. Hahaha. Pada langsung ciut gitu. Tapi tetep lah…

Mereka mulai nyanyi di beberapa pengunjung yang lagi membeli sarapan. Tiba2 ada seorang yang memceletuk di tengah2 banyak orang, dia bilang: “ih apaan sih tu mereka, ngamen koq bawa mobil??!!”. Beh dari situ semua pada Malu and gak mau nyanyi/ngamen lagi… Hahaha, ya iyalah, gimana ga malu, orang yang nyeletuk tuh ngeliat mereka pas turun dari mobil APV. Temen2ku yang malang. Gak apa2,,yang penting kan kalian udah pernah ngerasain gimana sih rasanya ngamen, walau cuma dpet duit sedikit….

MISS U ALL…

Tanggapan (1)

Cerita Lucu

 

Mengisi Umur Orang Tua pada Formulir Lamaran Pekerjaan

Aku melamar pekerjaan dan di formulir lowongan pekerjaan, ada pertanyaan, “Umur Ayah (jika hidup)”, dan pertanyaan yang sama juga untuk ibu.Saya mengisinya dengan 105 dan 94. Si pewawancara bertanya apakah orang tua saya benar-benar setua itu.

Aku menjawab, “Tidak, tapi mereka pasti seumur itu jika masih hidup.”

 

 

Sumber: http://ketawa.com/ diakses:170408.

Tinggalkan sebuah Komentar

Pantai Sundak, pantai Indah…

 

 

 

Pantai adalah salah satu tempat wisata favoritku, tapi anehnya selama aku di Yogyakarta ini, udah hampir 2 tahun, baru tiga kali ke pantai. Yang pertama ke parangtritis , kedua ke pantai Sundak, dan yang terakhir ke Pantai Baron. Tapi kali ini aku pengen cerita pengalamanku yang ke pantai Sundak. Aku bersama 7 orang temanku, jadi 8 orang dengan aku pengen jalan-jalan. Tadinya gak kepikiran mau ke pantai, tapi karena pada pengen ya sudah kita berangkat kesana. Waktu itu udah sore dan gerimis. Dasar anak muda jaman sekarang, hehehe, udah tahu mau hujan tetep aja dilakonin.

Pantai Sundak ternya bagus banget temen2, kalian kapan2 harus coba kesana. Apalagi pas matahari terbenam..hmmm…bagus and indah banget. Pantainya juga bersih dan gak banyak pengunjung, jadi bisa bebas mau ngapain aja, hehe.

Pantainya gak terlalu besar tapi punya keistimewaan sendiri. Ombak dan pasirnya juga bagus. Ini pengalaman yang bener2 seru. Banyak hal yang dilakukan disana bareng2. Lari-larian lah, foto yang gak jelas tapi narzis lah, ah pokoknya seru. Liat aja tuh fotonya, gokil abiz…

pulangnya ada kejadian yang gak akan aku lupain. Karena sorenya habis hujan, jadi jalanan agak licin dan banyak lumpur. Qta pulang sekitar jam 6 sore lebih. Ya ampun gelepnya minta ampun. Gak ada tuh lampu2 jalan apalagi kendaraan. Dasar Qta2 pada nekat. Pas tikungan dekat rumah warga, aku bersama honey bunny sweety kehilangan keseimbangan karena jalannya sedikit berlimpur. Motor oleng dan akhirnya Qta berdua jatuh diatas genangan lumpur. Pfuhh…gak sakit sama sekali sih, cuma malu aja pulang2 diliatin orang nt dikira, “ ni orang habis perang dimana? Berlumpur gitu” hehe. Eh, ternyata masih ada dua temanku yang ikut terpeleset jatuh. Tapi ya sudah lah yang penting semua gak apa2.

Aku cuma pengen kasih saran buat temen ni..kalau mau ke pantai kalian harus cari waktu yang bagus, jangan pas hujan, mendung atau kemaleman, dan yang utama hati2 juga berdoa. Oke…

 

Tanggapan (1)

Golden Voices, RCTI

 

 

DESEMBER CERIA

Oleh: Norma Kristiani

 

 

Kenapa aku kasih judul Desember Ceria?? mau tau? Itu karena aku mendapat kesempatan indah dari Tuhan untuk ikut Lomba yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun TV swasta (RCTI-red). Saat itu RCTI mengadakan yang namanya Lomba paduan suara untuk acara Natal 2007. Lomba ini diikuti oleh seluruh paduan suara manapun di Indonesia dan tentunya semua lagu bernuansa Natal. Sungguh diluar dugaan aku dan paduan suaraku ikut mendaftar. Paduan Suara Cantus Firmus, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Perjuangan dimulai. Dengan hanya berbekal nekat dan semangat yang membara, kami menyiapkan segala sesuatunya. Semua serba mendadak. Daftar juga mendadak, mepet sama batas akhir pendaftaran, dan dana yang tidak ada sama sekali, personil yang belum dipilih, sampai ke lagu apa yang akan dinyanyikan. Kami cuma punya waktu dua minggu untuk latihan. Padahal lombanya tanggal 11 Desember 2007. dan ini sudah minggu akhir November. Tapi ya itu tadi, kami pengen banget ikut lomba itu. Ya secara juara 1 Hadiahnya 100 Juta… Gimana ‘gak semangat.

Syarat kami bisa ke Jakarta adalah mengirimkan rekaman suara yang bentuknya audio-visual. Nah, bingung-bingung sudah. Dapat dari mana dana untuk rekaman video Clip, hehe. Tapi Tuhan punya rencana indah. Ada saja yang membantu ini dan itu. Kami rekaman dua buah lagu, 1 lagu wajib dan 1 lagu pilihan. Lagu wajibnya “Joy To The World”, dan lagu pilihan yang kami pilih adalah “Jingle Bells Rock!”. Ya sudah, tiap hari kita latihan, semangatnya hebat deh pokoknya, padahal kami belum dapat pengumuman di terima atau tidak.

Menurut informasi yang diberikan, tanggal 27 November yang masuk Final mau di telepon sama pihak RCTI, kami semua deg-degan. Tapi kami akhirnya putus asa, karena sampai besoknya tidak ada pihak RCTI yang menelepon paduan suara kami. Yaudah deh… besoknya lagi, karena penasaran, kami sendiri yang telepon RCTI. Apa yang didenger, serasa membuat kampus retak-retak mau roboh. Maksudnya itu hiperbola dari kegembiraan kami. Gimana gak seneng banget? kami adalah satu-satunya wakil Jogja yang masuk final ke RCTI. Jakarta WE ARE COMING…!!!! dari ratusan pendaftar, cuma 10 yang dipilih. PUJI TUHAN…!!!!

Dengan ikut Lomba ini, PSM Cantus Firmus buat prestasi baru yang dibanggakan dan membanggakan Universitas Sanata Dharma, Prodi, keluarga, Yogyakarta, dan tentunya buat diriku. Pengalamnku ini tidak akan pernah aku lupakan, walaupun aku harus ikut ujian akhir secara susulan, gak apa-apa deh, yang penting ini HEBAT!!.

Saat itu yang masuk 10 besar dari daerah Maluku, Yogyakarta, Malang (2 paduan Suara), Bandung, dan 5 paduan suara dari Jakarta. Ini pengalaman ke-2 PSM “CF” ikut lomba tingkat nasional dalam setahun, setelah lomba di UNPAR, Bandung, Agustus 2007 lalu. Namun sayang, Kami tidak masuk 5 besar. Juara 1 diraih oleh paduan suara dari Maluku. Walau tidak masuk jajaran 5 besar, Itu sudah merupakan sebuah kebanggaan terbesar kami. Ketua PSM CF, Nora, pernah bilang: “kita mungkin bukan yang terbaik malam itu, tapi kita memberikan yang terbaik malam itu”. SEMANGAT CANTUS FIRMUS!, jangan pernah lelah untuk meraih prestasi.

Tanggapan (1)

CERITA FABEL

 

KAYU JATI DAN KAYU MAHONI

 

Di sebuah hutan di salah satu pulau, terdapat sekelompok pohon yang menjulang kokoh dan terlihat sangat kuat. Kawasan itu adalah sekelompok pohon Jati. Entah sengaja ditanam atau sudah ada sebelum nenek moyang manusia ada, tidak jelas asal-usulnya.

Hutan itu sangat lebat oleh berbagai jenis tumbuhan, dari yang kecil sampai yang besar, dari yang banyak jenisnya sampai yang langka sekalipun, semua ada. Bisa dibilang hutan itu masih asri dan asli, belum tersentuh oleh tangan-tangan manusia yang nakal. Sungguh sebuah tempat yang indah, surga dunia.

Saat semua Penghuni hutan sedang beristirahat di suatu malam yang belum terlalu larut, terdengar suara gaduh di gerombolan kayu Jati.

Heh, di sini yang berkuasa kita, emang kamu bisa apa?” ucap sang Jati yang paling kokoh dan besar pada salah satu pohon Mahoni yang tidak sengaja hidup di antara kumpulan pohon Jati.

Iya, ngapain kamu di sini? Ini kawasan kita. Coba kalo gak ada kamu, pasti kita lebih damai”. Sombong Jati yang lain.

Sudah-sudah diaaammm kalian! Berisik! Kalian mengganggu tidurku, untuk apa kalian menyalahkan Mahoni? Toh dia ditakdirkan untuk hidup di sini. Kalau aku jadi mahoni yang boleh memilih untuk tinggal dimana, aku tidak akan memilih untuk tinggal di sini”, Marah salah satu pohon tuadi dekat kawasan Jati.

Urggh..!! Seharusnya kau yang diam pak Tua! Untuk apa kau mencampuri urusan kita”. Jawab si Jati pada pohon Tua itu.

Apa katamu? Berani-beraninya kau berkata seperti itu heh!” jawab pak tua tak mau kalah.

Sudah-sudah! Untuk apa kalian saling beradu mulut, toh aku tidak apa-apa. Aku sudah kebal oleh omongan Jati yang seperti itu, yang penting aku bisa hidup”, sela Mahoni menengahi.

Huh!”

Huh!” suara jengkel si Jati bersahut-sahutan. Kemudian suasana kembali tenang walaupun kadang terdengar suara-suara Jati yang mengejek.

Keadaan seperti tadi sering dan teru terjadi. Hingga suatu waktu terjadi kebisingan yang sangat mengganggu ketenangan kawasan hutan. Kebisingan itu bukan berasal dari kawasan jati yang mengejek mahoni, tapi kebisingan karena tangisan dari para kayu. Kenapa sih? Ternyata ada sekelompok penebang liar yang menebangi pohon-pohon dengan kualitas jual tinggi, salah satunya pohon jati.

Waktu berlalu, hingga kayu-kayu itu selesai ditebang dengan seenaknya. Para Jati menangis, ternyata sang mahoni pun ikut tertebang juga. Kayu-kayu itu diangkut dengan dihanyutkan melalui sungai. Begitu banyak pergolakan dalam perjalanan mereka di sungai, hingga tubuh-tubuh mereka terluka karena saling bertubrukan satu sama lain dan oleh batu-batu besar. Sangat mengenaskan bagi mereka. Hinngga tak Terasa mereka sudah berada pada sebuah truk angkut yang membawa mereka ke pabrik kayu. Jati merengek kesakitan, Mahoni juga.

“Tolong angkut kayu-kayu itu ke pabrik Meubel. Kita akan merengguk banyak uang dari sana,,hahaha”, kata salah satu pengusa kayu dengan tamak.

Aduh kita mau diapakan ini? Aku takut”, ujar jati pada siapa saja yang mendengar keluhannya.

Kau bisa diam tidak bodoh. Aku juga tak tau kita akan diapakan. Kita terima nasib saja”., jawab salah satu batang kayu, entah siapa.

Detik berlalu. Menit berganti. Jam pergi dan hari pun silih berganti. Jati dan Mahoni sudah berpisah dan mereka tidak tahu apa yang dialami pada diri mereka.

Hingga disebuah rumah dengan bangunan baru.

Sepertinya aku pernah mengenalmu?”, Tanya sang abak kayu yang berada di atas meja kaca pada sang pintu yang berdiri kokoh.

Iya aku juga mengenalmu. Kau Jati kan dari Hutan seberang? Dulu aku pernah tinggal bersama kawananmu jati” jawab mahoni.

Hah kau mahoni?” jawab Jati malu.

Iya aku Mahoni yang dulu sering kau hina”, jawab Mahoni bersahabat.

Maafkan aku mahoni. Ternyata tak selamanya aku kokoh, sekarang kau yang terlihat kokoh dan gagah, sedangkan aku hanya sebuah asbak yang tak bernilai apa-apa”, Kata jati menyesal

Tak apa jati. Aku sudah memaafkanmu sejak dulu. Sekarang bertemanlah denganku. Walau kau hanya sebuah asbak, aku yakin kau juga berguna. Sekarang Jangan melihat sesuatu dari luarnya, tetapi lihatlah dari dalam dan selamilah, pasti kau akan tau bahwa tak selamanya luarnya kokoh dan kuat di dalamnya juga kokoh dan kuat. Sekarang kita berteman”, Jawab mahoni dengan senyuman.

Terima kasih mahoni”. Jati hanya bisa berkata seperti itu.

Merka saling tersenyum bersahabat.

Begitulah kisah jati yang sombong dan mahoni yang baik hati. “Apa yang kita tuai sama seperti yang kita tabur”

-SEKIAN-

(NORMA/Desember07)

Tanggapan (2)

7 CHOIRS CONCERT

 

 

Tujuh Paduan Suara Gereja Jogja unjuk kebolehan dengan mengadakan konser bersama, Minggu (13/04) di gereja Kumetiran, pukul 19.30 Wib. Konser ini bertemakan Gethsemani yang artinya nama tempat dimana Yesus berdoa sebelum disiksa. Konser dimeriahkan oleh tujuh Paduan Suara terpilih, yaitu: Adoro Te, Cantus Firmus, Moulaz, Volante, Ekklesia, Felicitas, dan Ethernal Choir sebagai penyelenggara acara tersebut. Paduan Suara Cantus Firmus adalah satu-satunya Paduan Suara yang membawa nama Universitas, yaitu Universitas Sanata Dharma. Tujuan dari acara tersebut adalah untuk meningkatkan gairah musik gereja pada anak muda.

“Harga tiketnya Rp 15000, agak mahal sih tapi banyak juga yang pesan”, kata Anugerah, salah satu wakil Humas PS Cantus Firmus. Kata Anugerah lagi, bahwa tiket paling banyak terjual dari kelompok PS Cantus Firmus. Ini bukti bahwa antusias dari para pendukung dan keluarga Cantus Firmus sangat erat.

Konser ini dimulai 30 menit lebih lama dari jadwal pukul 19.30 wib. Namun semua bisa ditutupi dengan kualitas suara dan penampilan dari semua Paduan Suara. Acara ini berakhir pada pukul 21.30 wib dan ditutup megah dengan lagu “Halellujah”oleh semua Paduan Suara. (Norma/150408)

Tanggapan (1)

Ludwig van Beethoven (1804)

 

Ludwig van Beethoven adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Karyanya yang terkenal adalah simfoni kelima, kesembilan, dan lagu piano Für Elise. Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Ia dibabtis pada tanggal 17 Desember 1770, di Bonn. Pangeran Bonn, Franz Xaver Stelker menunjuk Beethoven sebagai wakil Neefe dalam bermain organ dan harpsikord. Pada 1783, Beethoven menerbitkan tiga sonata yang didekasikan kepada Pangeran Franz, tapi karena ia belum mendapatkan gaji dari pekerjaannya, Beethoven meminta untuk menjadi wakil Neefe secara resmi. Permohonan ini dikabulkan pada tahun 1784. Pada 1785, Beethoven menggubah tiga trio piano untuk pangeran namun karya ini tak diterbitkan sampai Beethoven meninggal. Pada saat yang sama, Beethoven belajar musik pada Franz Ries.

Namun, pada tahun 1801, ia mulai menjadi tuli. Pada pertengahan 1801, Beethoven menyadari bahwa daya pendengarannya mulai berkurang akibat otoslerosis. Karena penyakit ini, Beethoven menjadi depresi dan dia menjadi semakin minder dalam pergaulan sosial. Salah satu alasan lain depresinya Beethoven adalah karena ia tak berhasil mendapatkan ‘teman hidup’. Banyak wanita bangsawan yang sering dicintainya namun umumnya cintanya bertepuk sebelah tangan.

Ketuliannya semakin parah dan pada 1817 ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam konser, ia terus mencipta musik, dan pada masa ini mencipta sebagian karya-karyanya yang terbesar. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah. Beethoven wafat pada tanggal 26 Maret 1987, di Winna.

 

Sumber: www.WikipediaIndonesia.com Ludwig_van_Beethoven. Diakses: 05/04/08.

Tinggalkan sebuah Komentar

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Tanggapan (1)

« Tulisan Lebih Baru