RESENSI NOVEL

Judul                     : Sepasang Peniti Perak

Pengarang              : Agnes Jessica

Penerbit                : Vania Books

Tahun terbit           : 2006

Jumlah halaman      : 288 halaman

Jenis buku              : TeenLit

Sampul buku         : Sampul depan didominasi dengan warna hijau. Gambar depan sampul adalah seorang gadis cantik yang memangku wajah dan tampak melamun. Nama pengarang ditulis di bagian atas berwarna kombinasi kuning dan oranye, sedangkan judul di bagian bawah buku dengan tulisan tegak bersambung.

Isi buku                : Novel ini bercerita mengenai dua pasang suami istri yang sudah bersahabat sejak SMA, ingin menjodohkan anak mereka apabila anak mereka memiliki jenis kelamin yang berbeda. Kesepakatan mereka dikukuhkan dengan sepasang peniti perak. Namun pada malam kesepakatan itu, terjadi perampokan di rumah mereka. Para perampok itu menyebabkan perubahan nasib kedua pasang suami istri tersebut. 24 tahun berlalu, akhirnya takdir mempertemukan anak-a nak yang lahir dari kedua pasang suami dan istri tersebut. Randa dan Sisi, mereka dipertemukan di Yogyakarta. Randa adalah seorang penulis novel yang karyanya sudah banyak diterbitkan. Dia datang ke Yogyakarta untuk launching novel terbarunya. Sedangkan Sisi adalah seorang gadis sederhana yang berhasil memenagkan hadiah untuk jalan- jalan ke jogja disertai akomodasi. Pertemuan awal yang terjadi diantara mereka, meninggalkan kesan yang tidak enak. Kedua insan ini saling membenci. Namun, secara perlahan, kebencian kedua insan ini berubah menjadi cinta. Namun banyak rintangan dalam cinta merek. Karena Randa sudah mempunyai kekasih dan ternyata ayah angkat Randa adalah orang yang menyebabkan terpisahnya ayah dan ibu mereka. Namun demikian, semua rintangan tersebut dapt mereka atasi dan mereka hidup dengan meninggalkan masa lalu dan menatap masa depan.

Kelebihan           : Selain memiliki kekurangan, novel ini juga memiliki beberapa kelebihan yaitu bahasanya cocok untuk semua kalangan, enak dan ceritanya pun menarik serta penuh teka- teki sehingga membuat pembaca lebih tertantang untuk membacanya.

Kekurangan         : Novel ini mempunyai kelemahna yaitu masih menggunakn kertas buram dan gambar sepasang peniti yang merupakan symbol dari judul diletakkan di sampul belakang.