MANA TAHAN!!!!”


(Naskah ini dibuat untuk memenuhi salah satu mata kuliah “PEMENTASAN KELOMPOK”)


Arya Pramudya Setyawan. Ia seorang pengusaha sukses yang mempunyai beberapa perusahaan besar yang berada di beberapa kota di Indonesia. Kehidupannya selalu ia habiskan di luar kota, bahkan ia pun sering keluar negeri untuk urusan bisnis. Ia mempunyai seorang istri yang cantik bernama Ride. Arya, begitu nama sapaannya sehari-hari, mengalami dilema karena sang istri tidak bisa memiliki keturunan (mandul). Padahal Arya sangat mendambakaan seorang putra yang nantinya dapat meneruskan dan mewarisi semua harta yang ia miliki.

Karena sudah tak tahan dengan kondisi yang dialami suaminya, Ride akhirnya mengijinkan Arya untuk menikah lagi (poligami), asalkan ia adil dalam hal lahir batinnya. Mona, adalah istri kedua Arya. Mona memberikan seorang putri yang bernama Arna. Dan saat ini Mona telah mengandung lagi, dengan hasil USG perempuan. Karena Mona tak bisa memberikan keturunan laki-laki, Arya pun menikah lagi dengan harapan bisa memiliki seorang putra.

Anti yang kemudian menjadi istri ketiga Arya. Ia adalah seorang penyabar dengan kondisi Arya yang memiliki banyak istri. Lagi-lagi Arya dihadapkan pada situasi yang sama dengan Ride. Anti tak kunjung hamil. Arya memutuskan untuk menikah lagi, dengan disertai rentetan syarat dari para istrinya, yang mewajibkan Arya untuk terus adil dan bijaksana dalam membagi kebutuhan lahir batin seluruh istrinya. Dan ini akan menjadi pernikahan terakhir, sesuai permintaan para istri. Lystyana Widi, merupakan istri keempat Arya. Ia seorang yang muda, usianya baru 21 tahun. Setelah menikah dengan Listy, waktu dan diri Arya hanya tercurah untuk listy dan ini yang menjadi puncak permasalahan Arya dengan istri-istri sebelumnysa. Ketiga istri merasa diperlakukan tidak adil dengan kehadiran Listy. Kemudian mereka membuat kesepakatan untuk membuat jadwal bagi masing-masing istri. Namun Arya tidak bisa memenuhi semua itu dan membuat emosi semua istri. Dari cerita di atas, kami ingin menyampaikan pesan bahwa “katakan tidak pada poligami” karena “ Money can buy sex, but can not buy Love”. Intinya cinta itu tidak bisa dibeli dengan uang. Sekian.

1. SUTRADARA : NORMA KRISTIANI

2. PENULIS NASKAH : NORMA KRISTIANI, KANTI RAHAYU, LUSIA NADIYAWATI

3. SIE KOSTUM : ERNIATI T.M. DAN ENNA

4. PENATA SUARA : FABIANUS DENI A.

5. PEMAIN :

1. DENI ARIYANTO sebagai ARYA

2. LUSIA NADIYAWATI sebagai RIDE, ISTRI KE-1

3. ENNA sebagai MONA, ISTRI KE-2

4. KANTI RAHAYU sebagai ANTI, ISTRI KE-3

5. NORMA KRISTIANI sebagai LISTY, ISTRI KE-4

6. ERNIATI T.M. sebagai ARNA, ANAK ARYA DAN MONA


Drama satu babak :

(Di sebuah ruang keluarga, tampak ketiga istri Arya berbincang-bincang. Ride, Mona, dan Anti masuk.) (Lagu 1)

Mona : “Mbak, aku tuh sebel sama mas Arya, dia itu kayaknya udah gak sayang lagi sama aku. Padahal kan sekarang ini aku lagi hamil, juga karena mas Arya, ini kan anaknya mas Arya, beliin baju hamil kek, ya disayang-sayang juga enggak”. (tampak jengkel)

Ride : “Nasibmu itu sama dengan aku. Aku yang istri pertama aja ngalamin nasib kaya kamu, sekarang mas Arya lebih senang sama Listy tiap malam berduaan terus. Uuurrghh,….”

Anti : “Sabar mbak, nasib kita ini sama. Tapi kita harus nrima, yang sabar”.

Mona : “Ah kamu itu Anti, jadi istri kok ya terlalu sabar. Jadinya kan mas Arya nglunjak!

Ride : “Istri kok empat, jujur saja hatiku sakit banget. Tapi ya gimana lagi aku gak bisa ngasih keturunan sama mas Arya”.

Anti : “Ya udah mbak, kita pikirkan saja jalan tengah yang terbaik buat kita, gimana?”.

Ride : “Setuju aku, tapi gimana caranya? Biar kita sama-sama adil dan makmur”.

Anti : “Kita buat jadwal saja, satu minggu kita bagi berempat untuk giliran mas Arya tidur. Jadi masing-masing kita bisa sama mas Arya, biar adil kan”.

Mona : “Iya-iya aku setuju banget Anti, tumben kamu puinter” (sambil tertawa bercanda).

Anti : “enak aja kamu mbak, baru tahu ya?” (ikut tertawa)

Ride : “Ya udah An, siapin kertas, kita buat jadwal”. (Anti mengambil kertas dan pena)

(Anti, Ride, dan Mona mulai membuat jadwal untuk Arya)

(Selagi mereka membuat jadwal, datanglah anak mona yang bernama Arna)

Arna : “Mami, mami, lagi pada ngapain? Kok sibuk banget sih? Gak mau jodohin aku sama anak teman-teman mami kan? Aku kan masih mau kuliah and jadi wanita karier gitu lhoh”. (manja dan centil)

Mona : “Ih kamu ini anak kecil, ini urusan mami-mami, sana kamu main aja, tadi ditunggu Hella di Saphir Mall suruh nganterin cari sepatu katanya, tadi pagi telepon tapi mami yang ngangkat. Dia pesan gitu, suruh nyampein ke kamu”.

Arna : “Tapi bagi duit ya Mi”. (sambil merengek)

Mona : “Sana minta papimu!”. (Arna pergi mendatangi papinya)

Kanti : “Mbak, koq panas sih? AC nya rusak kali ya? Kita lanjut di teras aja yuk sambil ngeteh”.

Ride dan Mona : “ok deh….”

(Ride, Mona, dan Anti keluar ruangan.)(lagu ke-1 dimatikan)

(Arna berjalan menuju ruang tengah, disitu ada papi dan mami Listy yang sedang berduaan) (Lagu ke-2, pelan)

Arya dan Listy masuk dan duduk di sofa / kursi….

Arna : “Papi, papi cakep, ganteng, bagi duit dong! Arna mau ke Mall nih”. (menggeleot manja pada Arya)

Arya : “Arna…Arna… tiap hari kok minta duit mulu! Duh, duh, Bisa bangkrut papimu ini. (sambil mengeluarkan dompet), Ni, cukup kan?”

Arna : “Makasih Pi, da…da…”

(Masih Diiringi lagu ke-2….)

Listy : “Mas, kamu tu jangan terlalu baik sama anak, nanti manja”. (Listy sedikit iri)

Arya : “Udah gak papa, papi kan mampu. Harta papi tuh gak habis tujuh turunan deh mi, jadi mami tenang aja ya”. (sedikit sombong)

Listy : “bener ya pi gak habis tujuh turunan, kalogt mami minta hadiah lagi ya, kita bulan madu lagi yuk pi? Kemarin kita kan kurang ke Malaysia sama Eropa gitu!“ (merayu Arya, manja)

Arya : “(… alamakkk!! Sambil memukul jidat) Ya…ya… tapi kita rame-rame ya, kasian istri-istriku yang lainnya”.

Listy : “Papi gimana sih! Mami kan maunya berdua, kalo mau rame-rame, papi pergi aja sana sendiri!!!!!!” (marah terus masuk kamar )

Arya : “Duh mi, tunggu saying jangan marah”, (mengejar Listy)

(Ketiga istri kembali ke ruang keluarga, mereka masih berunding tentang jadwal)

Lagu ke-3….

Mona : “Akhirnya jadi juga jadwal kita. Kalau begini kan adil”. (sambil melihat jadwal yang telah dibuat bersama Anti dan Ride).

Anti : “Iya mbak jadi sama-sama adil kan? Jadi senin jatah mbak Ride sama mas Arya, Selasa sama mbak Mona, Rabu sama aku, dan Listy tu kebagian jatah terakhir, Kamis, kan dia istri terakhir!”.

Ride : “Iya, bagus ide kamu Anti, kita harus buat perjanjian ga boleh cemburu ya sama jadwal kita masing-masing, setuju?”.

Mona : “ Setuju”. (sambil mengacungkan jempol) (mereka Tertawa puas)

(Di tengah keceriaan para istri, datanglah Arya )

Arya : “Aduh-aduh rukunnya istri-istriku ini, lagi pada ngapain? (menghampiri ketiga istri)”

Anti : “Papi Arya, aku sama mbak Mona barusan selesai buat jadwal untuk papi! Nih liat”. (sambil mengulurkan kertas pada Arya)

Arya : “(Tercengang) mami-mamiku, aku bisa bangkrut kalo caranya kayak gini”.

Ride : “Ah papi…dulu kan ijin sama mami untuk poligami asal bisa nyukupin lahir batin istri-istrinya, ya kan? Jadi senin jatah aku sama mas Arya, Selasa sama mbak Mona, Rabu sama Anti, dan Listy tu kebagian jatah terakhir, Kamis, kan dia istri terakhir! ”.

Mona : “Setuju kan pi?”

(Selagi mereka bercakap-cakap, datang Listy dengan muka cemberut)

Listy : “Ada apa mbak kok rame banget sih?”.

Mona : “Udah tenang aja kamu, yang penting kan kita semua happy”

Listy : “Happy gimana sih pi? Ni kalian lagi ngapain?”

Arya : “Gini mi, mereka tuh buat jadwal buat papi bareng kalian-kalian”

Listy : “Jadi papi setuju?”

Arya : “Papi setuju-setuju saja, tapi berlaku minggu depan ya. Sekarang papi mau meeting dulu. Oke??!” (pergi sambil melempar kertas kepada istri-istrinya)

Ride+Mona : “Meeting???” (kaget bersamaan)

Lagu ke-4….

Anti : “Minggu-minggu kok meeting Pi?” (dengan raut yang curiga)

Listy : “Jangan bilang ada istri ke lima Papi !” (marah)

Arya : “Liat saja nanti”. (cuek)

Semua istri : “Papiiiiiiii….. jangan poligami lagi!!!!!” (semua serempak berteriak tak terima)

Para istri tidak terima dengan semua ini, dan menggugat cerai Arya. Makanya, buat pria-pria, “jangan poligami dong….!!!”


Sekian….”

thx to:

Pak P. hariyanto…makasih pak…saiya dapat “A”…hehehe