WASPADA! BAHAYA MENGERIKAN DIBALIK SI KRESEK HITAM

Oleh : Norma Kristiani

Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik.

Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum dengan melihat tulang-belakang polimernya (vinyl{chloride}, polyethylene, acrylic, silicone, urethane, dll.).

Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti: permen karet, “shellac”) sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia (seperti: karet alami, “nitrocellulose”) dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti: epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene).

Dewasa ini, hampir seluruh kebutuhan hidup baik kebutuhan pokok, sandang dan pangan pun tak luput dari kaitannya dengan plastik. Entah plastik untuk membungkus makanan, membungkus minuman, pakaian, hingga barang-barang yang melekat pada tubuh manusia, sepatu atau asesoris, misalnya. Namun yang paling sering digunakan adalah kantong plastik dengan berbagai bentuk dan warna atau orang Jawa menyebutnya dengan kresek, mungkin karena sesuai dengan bunyi yang ditimbulkan kantong plastik jika dipegang. Hal yang lebih mengerikan adalah kebiasaan membungkus makanan atau minuman, khususnya makanan dan minuman panas dalam plastik. Secara kasat mata memang sepele, namun jika kita teliti lebih dalam, panas yang berasal dari minuman atau makanan tersebut memuaikan dan meleburkan zat atau senyawa plastik yang sangat berbahaya. Waspadalah, karena unsur yang dikandung plastik itu berbahaya bagi tubuh.

Peneliti dari Universitas Negeri Medan, M. Yusuf Hasibuan mengatakan, kemasan plastik yang sering digunakan pedagang membungkus dagangannya dapat menyebabkan kanker. Setelah diteliti, ternyata plastik tersebut mengandung Pemlastis Dioktilfalat (DOP) yang diketahui dari sifat toksisitas plastik berdasarkan uji karsinogenik. Selain itu, DOP juga berasal dari minyak bumi yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia dan dapat menimbulkan berbagai penyakit kronis, katanya.

Berdasarkan uji kontaminasi DOP diketahui pada media oli (minyak mineral) sebesar 4,0670 persen dan kontaminasi pada media air sebesar 0,0939. Pemlastis DOP yang dipanaskan pada media minyak dapat menyebabkan kontaminasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemanasan, karena kontaminasi DOP setelah pemanasan mencapai 4,5893 persen. Maka, bila mie atau pun sejenisnya yang disaji secara panas dan dibungkus dengan kemasan plastik sangat berbahaya bagi kesehatan, karena mengandung super toksit (sangat beracun). “Semakin panas air tersebut di dalam plastik, maka semakin bahaya, karena tingkat kontaminasi akan semakin tinggi,” ujarnya.

Dewan Riset Nasional Amerika menyatakan bahwa mereka memiliki bukti yang menguatkan temuan Enviromental Protection Agency (EPA) terkait efek yang ditimbulkan oleh senyawa dalam materi plastik yang dikenal dengan nama phthalates.
Phthalates merupakan bahan kimia yang dapat membuat plastik menjadi lembut dan fleksibel dan telah digunakan selama bertahun-tahun dalam produksi plastik. Senyawa ini tergolong berbeda dibanding bahan kimia lain seperti Bisphenol A (BPA) yang ada di plastik. BPA sendiri telah dinyatakan aman oleh Badan Obat dan Makanan Amerika jika digunakan dalam kadar tertentun namun mereka berjanji untuk meneliti senyawa ini lebih lanjut.

Tahukan Anda bahwa dalam studi yang telah dilakukan melalu Reuters, phthalates mampu mempengaruhi perkembangan sistem reproduksi pria. Bahkan kadar phthalates tertentu mampu mengurangi tingkat hormon testosterone pria. Bukan hanya itu saja, yang lebih buruk, phthalates mampu menimbumbulkan penyakit kanker. Tahukah juga? Tumpukan sampah yang kita buang akan mengendap dan mencemari tanah yang nantinya akan meresap melalui air tanah dan meresap ke tanaman-tranaman bahkan sayur mayor dan buah-buah yang kita makan. Hal inilah yang memicu kanker menggerogoti tubuh kita secara perlahan tapi pasti. Tahukah juga, air dalam botol plastic di mobil Anda pun sangatlah berbahaya!!! Wanita tidak boleh meminum minuman yang sudah lama berada di dalam mobil. Hal ini dikarenakan hawa panas yang memanaskan bahan plastik dalam botol memiliki bahan kimia tertentu yang dapat menyebabkan kanker payudara.

Yang berbahaya di lingkungan kita :

  1. 1. Bekas Botol Aqua

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , dll.) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate atau PET) yang dipakai di botol-botol ini mengandung zat-zat karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai berulang-ulang.

  1. 2. Penggemar Sate

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.

  1. 3. Mi Instan

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mi instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkit kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.

  1. 4. Bahaya Dibalik Kemasan Makanan

Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mepunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya

Kantong Plastik Hitam Lebih Berbahaya

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengeluarkan public warning. Kali ini yang dibidik adalah kemasan makanan. Salah satu di antara kemasan yang dianggap berbahaya adalah styrofoam. Kemasan jenis itu biasanya dipakai untuk membungkus makanan cepat saji. Begitu juga kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC), polietilen (PE), dan polipropilen (PP) serta kresek.

  • Hati-Hati Sama Yang Hitam

Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan, penggunaan styrofoam sudah lama menjadi perhatian. Sebab, monomer stiren yang terkandung dalam styrofoam dapat lepas ke dalam makanan yang berlemak, berminyak, beralkohol, dan bersuhu panas. Memang, papar Husniah, sejauh ini belum ada satu pun negara di dunia yang melarang penggunaan styrofoam berdasar pertimbangan kesehatan. Sebab, menurut JECFA, monomer stiren tidak mengakibatkan gangguan kesehatan jika residu tidak melebihi 5.000 ppm. Karena itu, masyarakat tetap diminta berhati-hati.

Umumnya, kemasan makanan styrofoam dapat dikenali dengan logo segi tiga dan di tengahnya ada angka 6. Di bawah logo tersebut ada tulisan PS. Husniah mengimbau masyarakat tidak memakai kemasan styrofoam dalam microwave. ”Juga jangan gunakan styrofoam yang rusak atau berubah bentuk untuk mewadahi makanan berminyak dan berlemak, terutama yang panas,” jelasnya. Selain styrofoam, jelas Husniah, kemasan makanan dari plastik yang paling berbahaya adalah PVC. Sebab, PVC dibuat dari monomer vinil klorida (vinyl chloride monomer/VCM). Zat tersebut dapat lepas dalam makanan yang berminyak, berlemak, dan mengandung alkohol, juga kondisi panas. Apalagi, dalam pembuatan PVC kerap ditambahkan stabilisator, seperti senyawa timbal (Pb), cadmium (Cd), dan timah putih (Sn). Tujuannya, mencegah kerusakan PVC. Supaya PVC fleksibel, kadang ditambahkan senyawa ester ftalat dan ester adipat.

Residu VCM terbukti dapat mengakibatkan kanker hati. Senyawa Pb merupakan racun bagi ginjal dan saraf. Sedangkan Cd dapat mengakibatkan kanker paru. Demikian juga ester ftalat, dapat mengganggu sistem endokrin. Kemasan makanan tersebut biasanya dijumpai pada tutup kue tar transparan berbentuk silinder yang dilengkapi alas berwarna hitam berbentuk lingkaran. Selain PVC dan styrofoam, Husniah me-warning penggunaan kantong plastik atau kresek. Mayoritas kantong plastik berwarna, terutama hitam, merupakan produk daur ulang yang sering digunakan sebagai wadah makanan. Padahal, dalam proses daur ulang itu kerap tidak diketahui riwayat penggunaan bahan wadah tersebut. Bisa jadi, terang Husniah, bahannya adalah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat. Untuk kehati-hatian, masyarakat diimbau untuk memerhatikan hal-hal seperti umumnya kemasan makanan PVC dapat dikenali dari logo bertuliskan 03 di dalam segitiga dan di bawah segitiga ada tulisan PVC.

Menurut dia, di antara seluruh jenis kemasan untuk makanan tersebut, ada yang paling aman digunakan. Yakni, plastik PE dan PP. Jenis plastik itu biasanya dipakai untuk botol minuman, minyak goreng, kecap, sambal, air mineral, kantong belanja (kresek), sedotan, maupun alat makan, seperti sendok, gelas, dan piring. ”PP dan PE paling sering dipakai dan paling aman,” ulasnya. Sementara itu, Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM Roland Hutapea menambahkan, perlu ada peraturan untuk persoalan label produk makanan. Menurut dia, tiap produk makanan wajb diberi label yang mencantumkan jenis kemasan. ”Apakah label itu jenis PVC, PE, PP, atau styrofoam. Termasuk kandungan bahan kimianya,” ujarnya.

Ada sebuah kisah, seorang pegawai pasar swalayan di Bandung, Jawa Barat, yang membeli tahu dan pisang goreng dari penjual makanan di dekat kantornya. Tahu dan pisang yang baru saja digoreng dibungkus dengan kantong kresek warna hitam. Sesampainya di kantor, gadis bernama Lina itu kaget begitu melihat warna tahu dan pisang goreng berubah kehitaman. Tapi, Lina tak ambil pusing. Ia tetap melahap pisang dan tahu goreng tersebut. Peristiwa seperti dialami Lina sering terjadi di masyarakat. Namun,warga cuek saja karena memang tidak tahu bahayanya.

Made Arcana, ahli kimia dari Institut Teknologi Bandung, menduga berubahnya warna tahu dan pisang goreng itu karena masuknya zat pewarna plastik ke dalam makanan. “Zat pewarna hitam, kalau kena panas, bisa terurai, terdegradasi tentu saja ke bentuk radikal,” ujarnya. Zat racun itu bisa bereaksi dengan cepat, seperti oksigen dan makanan. Kalaupun tak beracun, senyawa tadi bisa berubah jadi racun bila kena panas. Karena itu, sebelum dimasukkan plastik, makanan harus dingin dan dibungkus kertas lebih dulu. Dedi Fardiaz, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), mengaku belum mendapatkan laporan dari PERSSI.

Mengenai pewarna hitam pada plastik, para produsen menggunakan pigmen, dan dalam hal ini yang dipakai ialah Carbon Black dengan grade yang dispersinya bagus dan memberi warna (“tinting”) yang gelap ke master batch plastic. Proses pembuatan master batch sendiri biasanya memerlukan bahan pembantu seperti Sulfur dan Zinc Oxide untuk memudahkan dispersi dan membantu homogenitasnya. Carbon Black sendiri kalau menurut kriteria IIARC (lembaga kanker Amerika) tergolong ke klasifikasi “yang patut dicurigai sebagai zat karsinogenik, tetapi belum ada bukti yang jelas dalam beberpa kali percobaan terhadap tikus”, artinya, Carbon Black tersebut belum punya kepastian sebagai carsinogenic substance.

Mulai sekarang bila ingin menikmati bakso atau makanan dan minuman panas sebaiknya tidak dibungkus, namun dimakan ditempat saja. Jika hendak dibungkus, gunakanlah kemasan yang aman, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kesehatan tubuh. Waspadalah dan jangan menganggap sepele si plastik. Memang hasilnya tidak langsung kita rasakan, namun lihat saja 5 atau 10 tahun ke depan, penyakit berbahaya seperti kanker siap mengantri untuk menggerogoti tubuh kita. Tentu hal ini sangat tidak diinginkan oleh siapa pun. Untuk mencegah penyakit tersebut, gunakanlah wadah penyimpan makanan atau minuman yang aman untuk digunakan. Wadah seperti itu tidak menyebabkan tumpukan plastik karena dapat digunakan berulang-ulang.

Sungguh mengerikan jika kita secara terus menerus menggunakan kantong plastik untuk membungkus makanan atau minuman yang senyawa sangat berbahaya dari plastik akan mengendap pada tubuh kita dan memberi efek sangat buruk bagi metabolisme dan kesehatan tubuh. Tak dapat dibayangkan, kebahagiaan dan kebebasan kita menikmati kehidupan dimusnahkan oleh  plastik. Pandai dan cermatlah dalam menggunakan kantong plastik, atau Anda akan berinvestasi seonggok penyakit yang mematikan. Berhati-hatilah. Sahabat pun bisa menjadi boomerang atau musuh yang mematikan bagi kehidupan kita, salah satunya plastic.

DAFTAR PUSTAKA


http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik. Diakses 29 Oktober 2009.

http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/19/56/175159/phthalates-bahan-kimia-berbahaya-dalam-plastik. Diakses 29 Oktober 2009.

http://kotametropolis.com/bahaya-kantong-plastik-bagi-kesehatan/. Diakses 29 Oktober 2009.

www.antaranews.com. Diakses 29 Oktober 2009.

Andry Anggoro Manira Banu. 2009. Awas Bahaya Tas Kresek Hitam. http://www.migas-indonesia.com/index.php?module=article&sub=article&act=view&id=2774. Diakses 3 November 2009.

Kompas. 2009. Waspadai Kantong Plastik Hitam. http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/15/0434286/Waspadai.Kantong.Plastik.Hitam. Diakses 3 November 2009.

http://mardoto.wordpress.com/2009/07/15/kantong-plastik-hitam-lebih-berbahaya/. Diakses 3 November 2009.

Marlina. 2009. Akibat Mie Instan.

http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://marlina.blog.binusian.org/files/2009/08/akibat_mie_instan.jpg&imgrefurl=http://marlina.blog.binusian.org/&usg=__j0slqVH6vH6l5cpoDiGXmUU0iZA=&h=468&w=932&sz=145&hl=id&start=7&tbnid=mfAB9YlrOIIo7M:&tbnh=74&tbnw=147&prev=/images%3Fq%3Dkanker%2Bkarena%2Bplastik%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG. Diakses 3 November 2009.