RINGKASAN JURNAL

A. Identitas Jurnal :

  1. Judul               : Pragmatik dan Aspek-Aspeknya dalam Pengajaran Bahasa Indonesia
  2. Pengarang      : Sudaryanto
  3. Penerbit          : Cakrawala Pendidikan
  4. Tahun terbit   : 1996
  5. Edisi               : Nomor 1, Tahun XV, Februari 1996
  6. Halaman        : Halaman 69 – 85

B. Ringkasan :

PRAGMATIK DAN ASPEK-ASPEKNYA DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA

Oleh: Sudaryanto

  1. Pendahuluan

Ketrampilan Bahasa Indonesia yang masih rendah atau belum sesuai dengan yang diharapkan memang sering dijumpai, baik dengan melihat secara sepintas maupun melalui penelitian-penelitian. Mendikbud Wardiman Djoyonegoro mengatakan bahwa kemampuan atau budaya baca bangsa Indonesia masih rendah (Kompas, 30 mei 1995). Mendikbud mengatakan pula bahwa berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik, sekitar 27 juta penduduk Indonesia belum memahami bahasa Indonesia (Kompas, 30 Maret 1995). Adanya kondisi seperti tersebut di atas tidak lain dan tidak bukan disebabkan oleh kekurangberhasilan pengajaran Bahasa Indonesia.

  1. Pendekatan Pragmatik atau Komunikatif?

Menurut Morris dalam Gazdar 91979 : 85) bahwa pragmatik merupakan salah satu bagian dari telaah isyarat-isyarat atau tanda-tanda bahasa. Menurutnya dikatakan bahwa isyarat-isyarat bahasa, dalam pengkajiannya dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

    1. sintaktik
    2. semantik
    3. pragmatik.

Menurut Nababan (1987 : 2) yang dimaksud dengan Pragmatik ialah aturan-aturan pemakaian bahasa, yaitu pemilihan bentuk bahasa dan penentuan maknanya sehubungan dengan maksud pembicara sesuai dengan konteks dan keadaanya.

Menurut Leech (1983), yang dimaksud dengan pragmatik adalah suatu kajian bahasa yang berusaha menemukan makna-makna ujaran yang disesuaikan dengan situasi. Sedangkan menurut International Pragmatics Association (IPRA) yang dimaksud dengan pragmatik ialah penyelidikan bahasa yang menyangkut seluk belum penggunaan bahasa dan fungsinya (dalam Soemarmo, 1987 : 3).

  1. Hakikat Aspek-aspek Pragmatik Bahasa Indonesia

GBPP Bahasa dan Sastra Indonesia, baik pada Kurikulum 1984 maupun pada Kurikulum 1994, dinyatakan bahwa aspek-aspek pragmatik digunakan untuk bermacam-macam fungsi sesuai dengan apa yang ingin disampaikan oleh penutur, yang meliputi :Untuk menyatakan informasi faktual (mengidentifikasi, melaporkan, menanyakan, mengoreksi);

      1. a. Untuk menyatakan informasi faktual (mengidentifikasi, melaporkan, menanyakan, mengoreksi);

        b. Menyatakan sikap intelektual (menyatakan setuju atau tidak setuju, menyanggah dan sebagainya);

        c. Menyatakan sikap emosional (senang, tak senang, harapan, kepuasan dan sebagainya;

        d. Menyatakan sikap moral (meminta maaf, menyatakan penyesalan, penghargaan dan sebagainya);

        e. Menyatakan perintah (mengajak, mengundang, memperingatkan dan sebagainya);

        f. Untuk bersosialisasi (menyapa, memperkenalkan diri, menyampaikan selamat, meminta perhatian dan sebagainya), GBPP Kurikulum 1994 : 19).

Oleh karena dewasa ini yang digunakan GBPP Bahasa dan Sastra Indonesia Kurikulum 1994, uraian selanjutnya lebih dititikberatkan pada GBPP tersebut, yaitu diantaranya seperti di bawah ini :

        1. a. Fungsi bahasa untuk menyatakna informasi faktual

          b. Fungsi bahasa untuk menyatakan sikap intelektual

          c. Fungsi bahasa untuk menyatakan sikap emosional

          d. Fungsi bahasa untuk menyatakan sikap moral

          e. Fungsi bahasa untuk menyatakan perintah

          f. Fungsi bahasa untuk menyatakan bersosialiasi

Dalam kaitannya dengan fungsi-fungsi bahasa tadi, Halliday (1973) membaginya menjadi :

  1. Fungsi instrumental
  2. Fungsi regulais
  3. Fungsi representasional
  4. Fungsi interaksional
  5. Fungsi personal
  6. Fungsi heuristik
  7. Fungsi imajinatif.

Popper (dalam Leech, 1983 : 49) mengelompokkan fungsi bahasa menjadi :

  1. Fungsi ekspresif
  2. Fungsi informatif
  3. Fungsi deskriptif
  4. Fungsi argumentatif.

Nababan (1987 : 13) yang mendasarkan diri dari pandangan Martin Joos mengenai ragam fungsiolek, membagi fungsi Bahasa Indonesia berdasarkan gaya bahasa (style) menjadi :

  1. ragam beku
  2. ragam resmi
  3. ragam usaha
  4. ragam santai
  5. ragam akrab
  1. Pengajaran Aspek-aspek Pragmatik Bahasa Indonesia

Aspek-aspek pragmatik diantaranya sebagai berikut :

    1. Aspek sosialisasi
    2. Aspek intelektual
    3. Aspek menyelenggarakan sesuatu atau aspek perintah

Ditinjau dari penyajian aspek-aspek pragmatik yang terdapat di dalamnya, ternyata buku-buku yang berlandaskan pada GBPP Kurikulum 1994 lebih bersifat atau sesuai dengan pendekatan prgamatik komunikatif dibandingkan dengan buku-buku yang disusun berdasarkan GBPP Kurikulum 1994.

  1. Penutup

Berdasarkan uraian-uraian di atas jelaslah bahwa pengajaran aspek-aspek pragmatik atau fungsi-fungsi bahasa mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka untuk mencapai tujuan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah.

C. Kelemahan :

Jurnal ini berisi tentang ilmu pragmatic dan aspek-aspeknya dalam pengajaran Bahasa Indonesia. Isinya sangat baik karena member pengalaman baru dan ilmu baru bagi pembacanya. Bahasa yang digunakan pun mudah dipahami, tidak terlalu panjang namun isinya sudah berbobot. Susunan paragraph dan isinya pun sudah baik. Sumber yang digunakan sudah banyak dan baik.

D. Kekurangan :

Selain memiliki kelebihan, jurnal ini pun memiliki kelemahan, namun hanya sedikit. Banyak terdapat kata-kata asing yang tidak semua pembaca paham. Contoh-contohnya masih kurang banyak.