KASIH IBU

Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.

Sering ku alunkan lagu ini untukmu IBU. Lagu terindah yang pernah ada untuk seorang ibu. Sebuah lagu yang sangat mewakili betapa besar kasih seorang ibu.

Ibu adalah seorang yang melahirkan kita di dunia ini dan tanpanya kita tak kan pernah ada.

Kasih ibu kepadaku sangat luar biasa. Ia merawatku ketika ku masih menjadi janin. Ketika ku masih belum berbentuk. Sembilan bulan lamanya ia membawa beban yang tak ringan di perutnya. Tak ada keluh sekecap pun keluar dari ucapnya. HEBAT. Aku tak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu. Demi kehadiranku di dunia, ia benar-benar rela melakukan apapun bahkan nyawanya sekalipun.

Ibu, aku tak pernah mendengarmu meminta balas atas budimu kepadaku. Tapi aku, Ibu, aku selalu meminta balas atas budiku padamu dan kau memberinya. Malu aku akan diriku.

Ibu, setiap hari peluhmu kau curahkan hanya untuk anak-anakmu. Kau hebat. Tak hanya mau berdiam di rumah, namun kau pun bekerja untukku. Guru, itulah profesimu. Sesuai dengan jiwamu, TANPA TANDA JASA. Bangga aku akan engkau, bu. Kau pandai mendidikku dan adik-adikku. Lincah gerakmu tak menyurutkan semangatmu. Tak pernah lelah mengisi waktumu.

Oh ibu, pengorbanan akan cintamu tak kan pernah terganti. Pagi, siang, sore, malam, kau selalu menjaga agar aku tak lapar, melawat ketika ku sakit, menghibur ketika dukaku. Lucu sifatmu selalu menggelitik bibirku untuk tertawa. Tak pernah kau tampakkan kesedihanmu, bebanmu, marahmu, pada anak-anakmu. Sungguh, tak pernah ku lihat itu. Garis matamu tak pernah bohong, kau sediakan suka cita untuk anak-anakmu.

Kala kejenuhan melandamu, kau menutupnya dengan candamu. Sesekali kau alunkan melodi dan lirik indah untukku. Suaramu mengalun merdu. Menghiburku. Kau petikkan gitar dengan merdu.

Chatarina Mardiyani, begitu indah namanya. Semangatmu menginspirasiku. Aku ingin seperti ibu. Ibu yang perkasa. Ibu yang tangguh. Ibu yang penyayang. Ibu yang pandai. Ibu yang sabar. Ibu yang ceria. Ibu yang luar biasa. Bersyukur aku memilikimu ibu. Bersyukur aku akan kasihmu.

Satu hal yang selalu kau pesan. Jadilah kebanggaan keluarga. Jadilah anak ibu yang luar biasa. Kepakkan sayapmu dan hiasi dunia. Jangan pernah lelah dan mengeluh. Selalu semangat dan BERDOA.

Kelak ibu, ku kan menjadi “orang” dan merawatmu di tua nanti. Terima kasih. Hanya itu yang bisa ku balas untukmu ibu. Terima kasih telah membentukku menjadi wanita yang dewasa, kuat, dan mengerti akan kasih. Terima kasih tak terhingga untukmu. Terima kasih untuk segala waktumu, tenagamu, peluhmu, jerih payahmu, senyummu, candamu, tangismu, dan doamu. TAK KAN TERGANTI.

Panjang umur, selalu sehat dan  bahagia. Itulah doaku yang paling tulus untukmu, IBU.

Chatarina Mardiyani

(Sepenggal cerita cinta untuk ibuku yang berulang tahun ke-46, 28 Februari 2011— maaf baru ku posting ^.^v AKU SAYANG IBU, muachhhh)